Reksa dana semakin menjadi primadona investasi di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor reksa dana di RI telah melonjak drastis hingga mencapai 19,84 juta orang pada Januari 2026.
Jika Anda tertarik mulai berinvestasi, artikel ini akan memandu secara lengkap tentang cara membeli dan menjual unit reksa dana, mulai dari persiapan hingga pemahaman biaya dan risikonya.
1. Apa Itu Reksa Dana?
Reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI) profesional.
Dana Anda akan ditempatkan di berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Keuntungannya, Anda tidak perlu menjadi ahli pasar modal karena pengelolaan dana sepenuhnya dilakukan oleh Manajer Investasi yang berlisensi.
2. Persiapan Sebelum Membeli Reksa Dana
Sebelum membeli reksa dana, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan.
✅ Persiapan Administrasi
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah Single Investor Identification (SID). SID adalah identitas tunggal investor yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan menjadi syarat utama untuk bisa mengakses produk pasar modal.
SID ini layaknya KTP di dunia investasi, berfungsi sebagai identitas resmi untuk mencatat setiap kepemilikan aset dan transaksi. Pembuatan SID kini sangat mudah dan bisa dilakukan 100% online melalui berbagai aplikasi investasi maupun mobile banking.
✅ Tentukan Profil Risiko
Sebelum membeli reksa dana, Anda perlu mengisi kuesioner profil risiko. Tujuannya untuk mengetahui apakah Anda termasuk investor konservatif, moderat, atau agresif. Hasilnya akan menentukan produk reksa dana mana yang paling sesuai dengan toleransi risiko Anda.
✅ Pilih Jenis Reksa Dana Sesuai Tujuan
Berikut jenis-jenis reksa dana berdasarkan tingkat risiko dan jangka waktu investasi:
| Jenis Reksa Dana | Tingkat Risiko | Jangka Waktu | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Pasar Uang | Rendah | Pendek (1–12 bulan) | Dana darurat |
| Pendapatan Tetap | Menengah | Menengah (2–5 tahun) | Dana pendidikan |
| Campuran | Menengah–Tinggi | Panjang (5+ tahun) | Diversifikasi investasi |
| Saham | Tinggi | Panjang (5–10 tahun) | Pertumbuhan aset maksimal |
3. Panduan Lengkap Cara Membeli Unit Reksa Dana
Setelah semua persiapan selesai, Anda siap membeli unit reksa dana.
🔹 6 Langkah Mudah Membeli Reksa Dana
-
Unduh dan buka aplikasi investasi atau mobile banking pilihan Anda (misalnya Ajaib, Bibit, Bareksa, BRImo, atau myBCA).
-
Daftarkan akun dan lengkapi data diri untuk verifikasi OJK.
-
Buat Single Investor Identification (SID) jika belum dimiliki. Proses ini biasanya terintegrasi langsung di dalam aplikasi.
-
Isi kuesioner profil risiko untuk mengetahui karakteristik investasi Anda.
-
Pilih menu “Beli Reksa Dana”, lalu cari produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
-
Masukkan nominal investasi (mulai dari Rp10.000 di banyak platform), pilih metode pembayaran, lalu konfirmasi transaksi.
🔹 Platform Rekomendasi untuk Membeli Reksa Dana
Berikut beberapa platform yang aman, terdaftar OJK, dan mudah digunakan:
-
Ajaib – Menawarkan akses ke lebih dari 200 produk reksa dana dengan biaya transaksi 0%.
-
Bibit – Dilengkapi robo advisor untuk membantu penyesuaian alokasi investasi sesuai profil risiko.
-
Bareksa – Marketplace investasi dengan lebih dari 230 pilihan produk, termasuk reksa dana konvensional dan syariah.
-
BRImo – Transaksi beli dan jual reksa dana langsung dari ponsel dengan gratis biaya pembelian dan penjualan hingga Desember 2026.
-
LINE Bank – Menawarkan 39 produk reksa dana dari 4 jenis (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham) mulai Rp100.000.
-
myBCA – Mulai investasi dari Rp10.000, pilihan produk beragam, pemantauan portofolio real-time.
4. Panduan Lengkap Cara Menjual Unit Reksa Dana (Redemption)
Penjualan unit reksa dana disebut dengan istilah redemption. Anda bisa menjual unit reksa dana kapan saja, namun perlu memahami proses dan waktu pencairannya.
🔹 Langkah Menjual Reksa Dana
-
Buka aplikasi investasi Anda dan masuk ke menu Portofolio untuk melihat reksa dana yang Anda miliki.
-
Pilih produk reksa dana yang ingin dijual, lalu klik tombol “Jual” atau “Redeem”.
-
Masukkan jumlah unit atau nominal yang ingin dijual. Anda bisa memilih untuk menjual seluruh unit atau hanya sebagian.
-
Konfirmasi penjualan. Dana hasil penjualan akan ditransfer ke rekening bank Anda yang terdaftar.
-
Tunggu proses pencairan. Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung jenis reksa dana:
-
Pasar Uang: Dana diterima dalam 1 hari kerja (H+1)
-
Jenis lainnya: Umumnya 3–7 hari kerja
-
🔹 Fitur Pencairan Instan
Beberapa platform seperti Bibit menyediakan fitur Pencairan Instan atau Instant Redemption. Dengan fitur ini, Anda bisa menerima dana hasil penjualan di rekening saat itu juga, bahkan di luar hari kerja.
Namun, fitur ini biasanya hanya tersedia untuk jenis reksa dana tertentu dan mungkin ada batasan persentase unit yang bisa dicairkan secara instan.
5. Memahami Cut-Off Time dan NAV
Konsep NAV (Net Asset Value / Nilai Aktiva Bersih) dan cut-off time adalah hal penting yang wajib Anda pahami saat transaksi reksa dana.
NAV adalah harga bersih per unit reksa dana pada hari bursa tertentu.
Cut-off time adalah batas waktu harian yang menentukan NAV mana yang digunakan dalam transaksi reksa dana.
Berikut cara kerjanya:
| Jika Anda transaksi… | Maka NAV yang digunakan… |
|---|---|
| Sebelum pukul 13.00 WIB | NAV hari yang sama |
| Setelah pukul 13.00 WIB atau di akhir pekan | NAV hari kerja berikutnya |
Memahami kedua konsep ini penting agar Anda tidak kecewa dengan jumlah unit atau nilai penjualan yang diterima.
6. Biaya-Biaya dalam Transaksi Reksa Dana
Meskipun banyak platform saat ini menawarkan biaya transaksi 0%, ada beberapa biaya yang tetap perlu Anda perhatikan:
| Jenis Biaya | Keterangan |
|---|---|
| Subscription Fee (Biaya Pembelian) | Dikenakan saat membeli unit. Besaran bervariasi 0–5%. Banyak platform seperti Ajaib dan BRImo memberikan gratis biaya ini. |
| Redemption Fee (Biaya Penjualan) | Dikenakan saat menjual unit, terutama jika dijual dalam periode kurang dari 6–12 bulan. |
| Switching Fee (Biaya Pengalihan) | Dikenakan saat memindahkan investasi dari satu reksa dana ke reksa dana lain dalam Manajer Investasi yang sama. |
| Biaya Manajemen | Biaya tahunan yang dikelola Manajer Investasi, sudah otomatis diperhitungkan dalam NAV harian. |
Tips: Selalu baca prospektus dan fund fact sheet sebelum membeli produk reksa dana untuk mengetahui biaya-biaya yang berlaku.
7. Risiko Investasi Reksa Dana yang Perlu Diketahui
“High return, high risk.” Semakin tinggi potensi keuntungan, semakin tinggi pula risikonya. Berikut beberapa risiko utama dalam reksa dana:
🔹 Risiko Pasar
Nilai investasi bisa turun akibat fluktuasi kondisi ekonomi, politik, suku bunga, atau sentimen pasar. Ini risiko paling umum, terutama pada reksa dana saham.
🔹 Risiko Likuiditas
Terjadi ketika Manajer Investasi kesulitan menjual instrumen portofolio untuk memenuhi permintaan pencairan investor.
🔹 Risiko Kredit
Umum pada reksa dana pendapatan tetap, terjadi ketika penerbit obligasi gagal membayar kupon atau pokok utang.
🔹 Cara Mengantisipasi Risiko
-
Pilih reksa dana sesuai profil risiko Anda.
-
Gunakan strategi jangka panjang (minimal 3–5 tahun).
-
Jangan panik saat pasar turun.
-
Pastikan berinvestasi hanya di platform yang telah terdaftar OJK.
8. 💡 Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula
Agar perjalanan investasi Anda lebih optimal, terapkan tips berikut:
✅ Mulai dari Nominal Kecil
Banyak platform memungkinkan Anda mulai berinvestasi dari Rp10.000 saja. Tidak perlu menunggu punya uang besar untuk mulai belajar.
✅ Gunakan Strategi Nabung Rutin (SIP)
SIP (Systematic Investment Plan) adalah strategi menyetor dana dalam jumlah tetap secara terjadwal (mingguan atau bulanan). Strategi ini efektif untuk meredam efek volatilitas pasar dan membangun disiplin investasi.
✅ Terus Belajar dan Evaluasi
Pantau kinerja portofolio Anda secara berkala dan jangan ragu untuk melakukan switching jika diperlukan.
✅ Pastikan Platform Berizin OJK
Selalu pastikan aplikasi investasi yang Anda gunakan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini menjamin dana Anda dikelola dengan aman sesuai regulasi.
9. Kesimpulan
Membeli dan menjual unit reksa dana kini sangat mudah berkat perkembangan teknologi finansial di Indonesia. Dengan modal mulai Rp10.000, Anda sudah bisa memulai investasi melalui berbagai aplikasi seperti Ajaib, Bibit, Bareksa, hingga mobile banking seperti BRImo dan myBCA.
Ringkasan Penting yang Harus Diingat
| ✅ | Pastikan memiliki SID (Single Investor Identification) |
| ✅ | Kenali profil risiko dan pilih jenis reksa dana yang sesuai |
| ✅ | Pahami mekanisme cut-off time dan NAV sebelum transaksi |
| ✅ | Perhatikan biaya-biaya yang mungkin dikenakan |
| ✅ | Mulai dari nominal kecil dan konsisten dengan strategi nabung rutin |
Dengan pemahaman yang baik tentang cara membeli dan menjual unit reksa dana, Anda dapat mengoptimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko.
Industri reksa dana Tanah Air diprediksi terus bertumbuh positif hingga tahun 2026, menjadikannya saat yang tepat untuk mulai membangun masa depan keuangan Anda.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

