Dunia keuangan dan perekonomian Indonesia memasuki babak baru. Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Menggantikan Perry Warjiyo, mantan Deputi Gubernur Senior BI ini kini memegang kendali utama kebijakan moneter di tanah air di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Lantas, apa saja fokus kebijakan dan langkah strategis yang diusung oleh kepemimpinan baru Bank Indonesia? Berikut ulasan selengkapnya.
1. Resmi Dilantik Sebagai Gubernur Bank Indonesia (2026–2031)
Pelantikan resmi Destry Damayanti dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) pada awal September 2026. Berbekal pengalaman panjang di sektor keuangan dan jabatan sebelumnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI, kepemimpinannya diharapkan mampu membawa angin segar serta stabilitas bagi perekonomian nasional.
Dalam menjalankan tugasnya, Destry didampingi oleh jajaran Deputi Gubernur yang berpengalaman untuk memastikan kesinambungan dan efektivitas kebijakan moneter nasional.
2. Mengendalikan Inflasi Pangan (Volatile Food)
Salah satu sorotan utama awal kepemimpinan Destry adalah penanganan komponen inflasi pangan (volatile food).
-
Kondisi Inflasi Inti vs Pangan: Meskipun inflasi inti Indonesia berada di level terjaga sebesar 2,8%, inflasi komoditas pangan mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 5%.
-
Sinergi Antar-Lembaga: Untuk menekan inflasi pangan agar kembali masuk ke kisaran target sasaran BI ($2,5\% \pm 1\%$), Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian terkait guna menjaga pasokan serta stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
3. Menjaga Stabilitas Rupiah dan Kepercayaan Pasar
Di tengah dinamika serta ketidakpastian pasar keuangan global, menjaga nilai tukar Rupiah menjadi prioritas krusial Bank Indonesia:
-
Likuiditas Perbankan: BI berkomitmen memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup di sektor perbankan untuk mendorong penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi.
-
Independensi Otoritas Moneter: Destry menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia dalam mengambil keputusan moneter, sembari terus menyelaraskan langkah (harmonisasi) dengan kebijakan fiskal pemerintah.
Kesimpulan
Penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia membawa harapan besar bagi stabilitas harga dan ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan fokus awal pada pengendalian harga pangan dan stabilitas nilai tukar Rupiah, kebijakan moneter yang adaptif dan terukur diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

