PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) semakin agresif menggarap pasar migas global. Perusahaan minyak dan gas terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ini mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, seiring melonjaknya permintaan energi, terutama dari pusat data (data center) dan pembangkit listrik baru.
Presiden Direktur Medco Energi, Hilmi Panigoro, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berpuas diri dengan posisi saat ini. “Saya tidak berencana stagnan. Saya ingin berkembang. Arah pengembangan bisnis migas kami tetap agresif, mencari cadangan baru sebanyak mungkin,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di Jakarta, Kamis (12/2).
Bidik Pusat Data: Gas Jadi Primadona Baru
Lonjakan pembangunan pusat data di Indonesia dan Asia Tenggara menjadi berkah tersendiri bagi industri migas. Hilmi mengungkapkan bahwa kegiatan hilir yang didorong pemerintah, pembangunan pusat data, serta pembangkit listrik baru, semuanya membutuhkan pasokan gas baru.
Medco pun bergerak cepat. Setelah sukses meningkatkan kepemilikan di Blok Gas Corridor menjadi 70% senilai USD425 juta, perusahaan kini mengakuisisi Blok Sakakemang dan South Sakakemang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, Medco juga mengamankan kontrak bagi hasil Cendramas di Malaysia, memperkuat posisinya di kancah regional.
“Meski ada tekanan besar terkait perubahan iklim, kami tetap optimistis terhadap minyak dan gas, terutama di wilayah ini. Permintaan semua energi berbasis fosil, baik batu bara, gas, maupun minyak, masih meningkat,” tegas Hilmi.
Target 170.000 BOEPD: Rekor Produksi Tertinggi
Ambisi besar Medco tidak berhenti di ekspansi wilayah. Perusahaan menargetkan produksi 170.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2026. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pada 2024, Medco tercatat memproduksi sekitar seperlima output gas nasional. Dengan 26 aset minyak dan gas yang tersebar di Indonesia, Thailand, Oman, hingga Tanzania, serta pendapatan USD1,76 miliar selama sembilan bulan pertama 2025, ekspansi ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat dominasi Medco di pasar energi regional.
Sakakemang: Senjata Baru untuk Jawa dan Sumatera
Salah satu proyek andalan yang dipercepat adalah pengembangan Blok Gas Sakakemang. Medco menargetkan gas pertama dapat mengalir pada akhir 2027. Blok ini akan menjadi pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di Pulau Sumatera dan Jawa—dua pulau terpadat di Indonesia.
Akselerasi proyek ini menjadi bukti keseriusan Medco dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat infrastruktur gas domestik.
Hijau di Tengah Ekspansi: Emisi Turun 20%
Meski gencar ekspansi, Medco tidak mengabaikan aspek lingkungan. Hilmi membeberkan bahwa dalam lima tahun terakhir, perusahaan berhasil menurunkan emisi CO2 hingga 20%, meskipun produksi melonjak dua kali lipat.
Pencapaian ini menjadi nilai jual tersendiri di tengah tren global yang semakin mengedepankan praktik bisnis berkelanjutan. Medco juga aktif mengembangkan inovasi ramah lingkungan, termasuk bioetanol.
Bioetanol: Menyambut Program Campuran Wajib Pemerintah
Memanfaatkan momentum kebijakan energi nasional, Medco baru saja menandatangani kesepakatan dengan anak usaha Pertamina untuk menghidupkan kembali pabrik etanol. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian energi melalui adopsi biofuel yang lebih luas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memperkirakan Indonesia membutuhkan 1,4 juta kiloliter bioetanol untuk menerapkan campuran wajib 10% dalam bensin. Medco pun bergerak cepat menangkap peluang ini.
Kesimpulan: Medco Siap Mendunia
Dengan ekspansi agresif ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, akselerasi proyek gas raksasa Sakakemang, serta komitmen terhadap energi hijau, Medco Energi menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya menjadi pemain utama di dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di panggung global.
Target produksi tertinggi, akuisisi strategis, dan inovasi ramah lingkungan menjadi tiga pilar utama yang akan membawa Medco menuju babak baru pertumbuhan bisnis migas Indonesia.
Kata Kunci: Medco Energi, ekspansi migas, Hilmi Panigoro, Blok Sakakemang, target produksi 170.000 BOEPD, pusat data, bioetanol, energi ramah lingkungan, MEDC, kontrak bagi hasil Malaysia.

