Di tengah volatilitas yang melanda Pasar Saham Indonesia akibat isu evaluasi indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), konglomerat terkemuka Garibaldi “Boy” Thohir justru mengambil langkah strategis. Melalui entitas holding miliknya, PT Trinugraha Thohir, ia melakukan aksi borong saham (buy on dip) di tiga emiten utama grupnya.
Langkah akumulasi saham ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku pasar mengenai kepercayaan tinggi seorang pemimpin industri terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang.
Detail Aksi Akumulasi Saham Boy Thohir
Aksi pembelian saham dilakukan secara bertahap dengan menyerap jutaan lembar saham di harga terdiskon:
-
Emiten yang Diborong: PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
-
Nilai Transaksi: Mencapai miliaran rupiah untuk menambah porsi kepemilikan saham di ketiga emiten tersebut.
-
Tujuan Investasi: Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini murni ditujukan untuk investasi jangka panjang.
Eksekusi Program Buyback Triliunan Rupiah
Tak hanya aksi beli pribadi dan entitas holding, emiten terkait seperti ADRO juga merealisasikan program pembelian kembali saham (buyback) bernilai triliunan rupiah.
Langkah buyback ini bertujuan untuk:
-
Menjaga Stabilitas Harga: Menahan tekanan jual akibat panik pasar (panic selling) terkait sentimen MSCI.
-
Memberikan Value bagi Investor: Membuktikan kekuatan arus kas (cash flow) perseroan yang sehat dan solid.
Fokus pada Transisi Energi dan Industri Hijau
Di luar pergerakan pasar saham, Grup usahanya terus memacu diversifikasi portofolio ke arah keberlanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan amonia rendah karbon (blue ammonia) melalui ESSA untuk mendukung rantai pasok energi bersih masa depan.
Kesimpulan
Langkah gesit Boy Thohir di tengah dinamika pasar menjadi bukti bahwa potensi fundamental emiten-emiten besar Indonesia tetap kokoh. Bagi para investor, momen ini menegaskan pentingnya melihat prospek jangka panjang di atas gelombang volatilitas jangka pendek.

