Nama Lo Kheng Hong, investor kawakan yang sering dijuluki “Warren Buffett Indonesia”, kembali mencuri perhatian para pelaku pasar modal. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai portofolio saham publik miliknya diperkirakan menembus angka Rp1,83 triliun, yang tersebar di 13 emiten lintas sektor.
1. Gencar Tambah Porsi di Saham Batu Bara dan Properti
Keterbukaan data KSEI menunjukkan bahwa Lo Kheng Hong sangat aktif melakukan aksi beli sepanjang tahun 2026. Fokus penambahannya tertuju pada sektor-sektor yang memiliki aset kuat dan kinerja fundamental solid, namun harganya dinilai masih di bawah nilai wajar (under-valued).
Beberapa emiten dengan porsi kepemilikan terbesar di atas 5% meliputi:
-
PT Intiland Development Tbk (DILD): Porsi kepemilikan melonjak hingga 7,52% (sekitar 779,23 juta lembar saham).
-
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): Menguasai 7,03% porsi kepemilikan (245,10 juta lembar).
-
PT Global Mediacom Tbk (BMTR): Memegang 6,43% saham perseroan.
-
PT ABM Investama Tbk (ABMM): Porsi kepemilikan naik melebihi 5,70% setelah aksi borong berturut-turut sepanjang Oktober 2026.
-
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP): Bertahan di porsi 5,13%.
2. Rahasia dan Filosofi Membeli Saat Pasar Bergejolak
Berbeda dengan sebagian besar investor ritel yang cenderung panik saat harga saham turun, Lo Kheng Hong justru konsisten menerapkan prinsip dasar value investing: “membeli saham perusahaan bagus di harga murah.”
Prinsip utama yang dapat dipelajari dari strategi investasinya:
-
Fokus pada Arus Kas & Perusahaan Riil: Memilih emiten di bidang batu bara, CPO, perbankan, manufaktur, dan properti yang menghasilkan pendapatan riil dan rutin membagikan dividen.
-
Manfaatkan Koreksi Pasar: Aktif mengumpulkan saham pilihan saat pasar sedang terkoreksi atau mengalami diskon harga.
-
Sabar Menunggu Unlocking Value: Memegang saham dalam jangka panjang hingga pasar menyadari nilai intrinsik sesungguhnya dari perusahaan tersebut.
Daftar Saham Utama Lo Kheng Hong (>5%)
| Kode Saham | Nama Emiten | Sektor Utama | Porsi Kepemilikan |
| DILD | Intiland Development Tbk | Properti | ~7,52% |
| GJTL | Gajah Tunggal Tbk | Manufaktur (Ban) | ~7,03% |
| BMTR | Global Mediacom Tbk | Media & Investasi | ~6,43% |
| ABMM | ABM Investama Tbk | Energi (Batu Bara) | ~5,70% |
| SIMP | Salim Ivomas Pratama Tbk | Perkebunan / CPO | ~5,13% |
Pesan Penting untuk Investor Ritel:
Keberhasilan Lo Kheng Hong membuktikan pentingnya analisis mendalam terhadap laporan keuangan dan kesabaran dalam berinvestasi. Bagi investor pemula maupun berpengalaman, memahami nilai fundamental sebuah perusahaan jauh lebih utama daripada sekadar mengikuti tren harga jangka pendek.

