Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup menguat tipis ke level 5.282,31. Meskipun berada di zona hijau, pergerakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara keseluruhan masih didominasi oleh tekanan pelemahan, di mana ratusan saham mengalami koreksi. Di tengah kondisi pasar yang beragam ini, para investor perlu mencermati pergerakan teknikal saham-saham pilihan.
Berikut adalah ulasan komprehensif serta rekomendasi teknikal untuk tiga emiten populer—BBRI, ISAT, dan INTP—untuk perdagangan akhir Oktober 2026.
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Menangkap Sinyal Rebound
Saham BBRI menunjukkan potensi penguatan yang menarik setelah berhasil membentuk pola candlestick hammer.
-
Analisis Teknikal: Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa BBRI bergerak menuju area gap dan point I dalam fase akumulasi.
-
Indikator Pendukung: Pergerakan ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan, sinyal positif dari RSI Signal, serta Chikou Span yang bergerak naik.
-
Rekomendasi: Accumulative Buy.
-
Area Beli: Rp 2.750–Rp 2.930.
-
Level Support: Rp 2.750–Rp 2.540.
-
Target Harga: Target 1 di Rp 2.950, Target 2 di Rp 3.060, dan Target 3 di Rp 3.360.
2. PT Indosat Tbk (ISAT): Sikap Wait and See di Tengah Tekanan Jual
Berbeda dengan BBRI, saham ISAT saat ini masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat dari pelaku pasar.
-
Analisis Teknikal: Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa harga saham masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang.
-
Indikator Momentum: Indikator momentum belum memperlihatkan sinyal pembalikan arah (reversal) yang kuat, sehingga investor dianjurkan untuk tidak terburu-buru masuk.
-
Rekomendasi: Wait and See.
-
Level Support: Rp 1.520–Rp 1.570, Rp 1.365, hingga Rp 1.250.
-
Level Resistance: Rp 1.695–Rp 1.820.
3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP): Momentum Positif dan Waspada Overbought
Saham INTP mencatatkan performa impresif dengan penguatan 5,78% ke level Rp 5.950. Dalam lima hari perdagangan, INTP naik 9,17% dan melonjak hingga 19,00% dalam sebulan terakhir. Volume transaksinya pun melesat 5,2 kali lipat dari rata-rata 20 hari.
-
Analisis Teknikal: Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, mencatat bahwa indikator MACD dan garis sinyalnya menunjukkan indikasi positif.
-
Indikator Pendukung: Indikator stochastic dan pola candlestick mengisyaratkan potensi pembalikan positif serta dorongan beli yang kuat di atas pita Bollinger (upper band).
-
Catatan Risiko: Indikator RSI 14 berada di angka 70,8, yang mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought) dan potensi risiko koreksi jangka pendek.
-
Rekomendasi: Trading Buy.
-
Rentang Perdagangan: Rp 5.625–Rp 6.125.
Ringkasan Rekomendasi Saham
| Emiten | Sektor / Nama Perusahaan | Rekomendasi | Level Penting (Support / Area Beli) | Target / Resistance / Rentang | Analis / Sekuritas |
| BBRI | Perbankan |
Accumulative Buy |
Support: Rp 2.750–Rp 2.540 |
Target: Rp 2.950 – Rp 3.360 |
Nafan Aji Gusta (Mirae Asset) |
| ISAT | Telekomunikasi |
Wait and See |
Support: Rp 1.520–Rp 1.250 |
Resistance: Rp 1.695–Rp 1.820 |
Reza Diofanda (BRI Danareksa) |
| INTP | Material / Semen |
Trading Buy |
Rentang: Rp 5.625–Rp 6.125 |
Harga Terakhir: Rp 5.950 |
Fikri C. Permana (KB Valbury) |
Kesimpulan & Disclaimer
Dinamika pasar modal menjelang akhir Oktober 2026 menuntut kejelian investor dalam membaca sinyal teknikal. Saham BBRI menawarkan peluang akumulasi dengan pola hammer, INTP menunjukkan momentum penguatan kuat meski harus mewaspadai area overbought, sementara ISAT memerlukan kesabaran di tengah tekanan jual.
Catatan: Analisis dan rekomendasi ini bersumber dari data pasar dan pandangan para analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

