PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) kembali menarik perhatian para pelaku pasar modal. Emiten batu bara ini resmi membagikan dividen tunai bernilai fantastis, sekaligus menawarkan prospek imbal hasil (dividend yield) yang sangat menggiurkan bagi para pemegang sahamnya.
Realisasi Pembayaran Dividen Rp3,55 Triliun
Pada periode pembayaran terbaru untuk tahun buku 2025, AADI menyetujui pembagian total dividen tunai sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,55 triliun.
Dari total dana tersebut, para pemegang saham menerima dividen tunai sebesar Rp463,32 per saham, yang telah dirilis dengan Dividend Payout Ratio (DPR) mencapai 26,3% dari total laba bersih perseroan.
Jadwal Kilas Balik Eksekusi Pembayaran (Juni 2026):
-
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 4 Juni 2026
-
Ex Dividen: 5 Juni 2026
-
Recording Date: 8 Juni 2026
-
Pencairan Dividen: 18 Juni 2026
Proyeksi Analis: Dividend Yield Berpotensi Tembus 23%
Tak hanya realisasi dividen tunai yang sudah dibagikan, prospek dividen AADI ke depan menjadi sorotan utama para analis pasar modal.
Berdasarkan analisis terbaru, dividen AADI diproyeksikan berpotensi melonjak hingga Rp2.550 per saham. Jika estimasi ini terealisasi, pemegang saham berpeluang menikmati dividend yield hingga 23%.
Faktor Pendorong Potensi Lonjakan Dividen:
-
Hasil Divestasi Aset: Pemanfaatan dana dari divestasi strategis, seperti penjualan aset Kestrel.
-
Kinerja Finansial & Harga Komoditas: Penguatan harga batu bara global yang menjaga arus kas perseroan tetap solid.
-
Potensi Dividen Interim: Investor mengantisipasi peluang pembagian dividen interim berikutnya yang diperkirakan jatuh pada akhir kuartal IV (sekitar bulan November).
Tips bagi Investor:
Meskipun proyeksi dividend yield AADI sangat menarik, investor disarankan tetap mencermati dinamika harga komoditas batu bara global, laporan keuangan kuartalan, serta keputusan resmi RUPS perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.

